Seni dan Budaya

Berejong, Tembang Seni Tradisional Rejang, Sejarah dan Pengertiannya

×

Berejong, Tembang Seni Tradisional Rejang, Sejarah dan Pengertiannya

Sebarkan artikel ini

Romancenews.id – Budaya merupakan penggambaran sebuah karacteristik dan ciri khas pada suatu daerah. Sebuah nilai kekayaan yang patut kita jaga sebagai nilai dan jati diri sebuah bangsa. Usaha dari pelestarian budaya merupakan upaya perlindungan dari kemusnahan, kerusakan bahkan hilangnya nilai kekayaan warisan budaya bangsa,

Maksud dari melestarikan budaya adalah agar nilai-nilai luhur budaya, yang ada di dalam suatu tradisi dapat tetap dipertahankan, meskipun telah melalui proses perubahan bentuk budaya seiring perkembangan zaman.

Seperti halnya yang ada di provinsi Bengkulu khususnya kabupaten Bengkulu utara yakni Seni tradisional Berejong yang merupakan salah satu tembang tradisional daerah yang berasal dari peninggalan para leluhur dan merupakan warisan budaya nusantara.

Salah satu inventarisasi seni budaya nasional dengan keunikan dan karacteristik tersendiri, juga memiliki nilai cita rasa seni yang cukup tinggi. Seni tardisional yang dimiliki masyarakat suku rejang ini masih banyak diminati, meski kadang tertatih namun masih  berlangsung giatnya hingga saat ini.

Lebih dari 500 penggiat seni budaya tradisional Berejong di provinsi Bengkulu yang masih tetap bertahan sampai hari ini.

Seni budaya tradisional daerah yang juga merupakan salah satu warisan budaya takbenda dimiliki oleh masyarakat suku rejang provinsi Bengkulu, khususnya masyarakat suku rejang kabupaten Bengkulu utara ini, masih memiliki kans yang istimewa dihati masyarakat saat ini.

Meski giat seni tradisional yang lebih sering dan bahkan sudah lazim diiringi dengan alat music gitar ini memiliki dinamika seni yang indah dan juga cita rasa seni yang tinggi, disamping keunikannya menggunakan Bahasa dan satra daerah, seni tardisional ini juga terkandung makna dan nilai kearifan local yang cukup kental.

Akan tetapi, oleh masih jarangnya pelaksanaan kegiatan seni ini di adakan, maka berdampak banyaknya para pelaku pada giat seni taradisional ini yang lambat laun secara berlahan namun pasti  berangsur – ansur mulai berhenti dan tak lagi melakukan giat – giat kesenian ini untuk terus di jalani.

Di tambah lagi dengan keterbatasan ruang, fasilitas serta sarana guna penyampaian karya dan expresi mereka melalui giat kesenian tradisional ini menjadi alasan utama hilangnya semangat serta keinginan untuk terus melaksanakan giat seni budaya tradisional ini.

Kesenian Tradisional daerah yang lebih banyak dimainkan oleh para orang tua atau pria dan wanita lanjut usia ini merupakan salah satu giat kesenian tradisional yang memiliki cita rasa seni yang cukup tinggi, di samping memerlukan kepiawaian dan keterampilan dalam membawakannya, juga di butuhkan kemampuan dalam Menulis syair pantun yang berkualitas.

Bakat juga menjadi hal yang penting untuk dimiiliki, karena giat kesenian ini tentu saja hanya dapat di lakukan oleh orang-orang tertentu pula.

  • Pengertian Berejong

Dalam pengertiannya Berejong di bagi menjadi tiga kosa kata yakni BER – RE dan JONG, BER – Artinya Berkata-kata atau sedang mengungkapkan sesuatu, RE – artinya berkelanjutan atau terus menerus dan JONG – artinya penyampaian sesuatu yang tengah dirasakan.

Bila diartikan secara utuh Berejong Adalah Ungkapan kata-kata dari rasa dan perasaan seseorang yang di sampaikan secara mengalir melalui senandung atau lagu, berisikan syair pantun yang menceritakan tentang seuatu hal baik itu berasal dari  apa yang di lihat, di dengar dan dirasakan atau ungkapan kisah tentang dirinya sendiri maupun ungkapan untuk seseorang atau orang lain disekitarnya.

Seni Berejong juga dapat diartikan sebagai media atau ruang penyampaian luapan expresi tentang rasa dan isi hati yang tengah dirasakan.

Seni Berejong adalah kesenian tradisonal yang hampir mirip dengan seni vocal lainnya, karena dalam pembawaannya berejong juga menggunakan intonasi, nada, irama, tempo dan dinamika yang harmonis. Selain itu bahasa yang digunakan dalam Berejong adalah bahasa daerah.

Berejong sendiri berisikan penyampaian kalimat atau lirik pantun yang indah, santun dan bermakna, ungkapan rasa dan perasaan seseorang tentang sesuatu hal yang tengah dirasakannya dalam bentuk sebuah lagu atau senandung .

  • Seni Sastra Lisan

Berejong merupakan salah satu jenis kesenian yang berbentuk sastra lisan berupa pantun yang di lantunkan melalui lagu, berisikan lirik – lirik sastra daerah, mengandung makna tentang kehidupan, cinta, motivasi, nasehat serta harapan.

menyampaikan kata – kata yang tidak bersinggungan atau menyudutkan orang lain, dalam arti kata, bahwa lirik dan Bahasa yang di gunakan dalam berejong ini lebih mengutamakan menggunakan bahasa yang paling halus namun dalam pemaknaannya.

Tentu saja dalam menyampaikan kata, kalimat dan Bahasa dalam berejong lebih mengedepankan Bahasa yang santun, sehingga dalam penyampainnya berejong tidak memiliki muatan atau maksud yang di tujukan untuk sesorang, melainkan untuk dirinya sendiri.

  • Sifat dan Bentuk Berejong

Berejong adalah salah satu jenis kesenian yang sifat dan bentuknya mirip dengan untaian kata-kata dalam puisi, sajak, syair dan seni vocal lainnya.

Adapun definisi lain menyebutkan bahwa berejong merupakan suatu bidang seni tradisonal lisan atau tutur yang berisiskan sastra daerah yang di sampaikan dalam berbentuk pantun yang terdiri dari dua bagian, Bagian pertama berupa sampiran dan bagian kedua berupa isi.

Dengan demikian sudah dapat di pastikan bahwa seni berejong merupakan sastra lisan yang berbentuk pantun yang di dendangkan melalui nyanyian atau lagu.

Seni berejong dapat diidentifikasikan sebagai salah satu jenis sastra lisan yang telah berkembang pada masyarakat suku rejang mengikuti perkembangan zaman saat ini. Penyampaian Lirik dalam seni berejong bersifat curahan hati, motivasi, harapan, nasehat, cerita kenangan masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang serta ungkapan tentang cinta dan kasih sayang sesama manusia.

Sementara tema atau isi kandungan dalam berejong biasanya bercerita tentang kegundahan hati, tentang pengalaman hidup, realita kehidupan yang tengah dihadapi, baik yang dialami langsung oleh perejong atau yang terjadi oleh orang lain dalam kehidupan di masyarakat.

Seperti misalnya Lirik Rejong yang berisikan kesedihan atau ratapan biasanya karena pada waktu menciptakan lagu atau menuliskan lirik, perejong dalam keadaan sedih karena mendapati seusatu hal atau persoalan, sehingga hal ini berpengaruh pada teks rejong yang dibawakan.

Namun sebaliknya apabila si perejong menyampaiakan lirik – lirik yang bermakna kebahagian dan keceriaan maka si perejong sewaktu menciptakan karya rejongnya tentu dalam keadaan ceria dan bahagia yang tengah ia rasakan saat itu.

  • Asal-Usul Berejong

Berejong merupakan salah satu kegiatan kesenian rakyat yang mempunyai latar belakang dan pengaruh dari kesenian melayu. Kesenian Berejong konon merupakan cara para leluhur dahulu dalam menyampaikan keluh kesah dan perasaan mereka dengan mendendangkan syair pantun yang berisikan tentang curahan hati.

Seni Berejong ini di mainkan oleh orang-orang tertentu, orang-orang intelektual yang memiliki daya cipta dan kreatifitas, serta mampu menginventarisasikan bahasa dan filsafah daerah yang tinggi, memiliki arti dan makna yang luas sehingga dalam pelaksanaannya membutuhkan kemampuan tersendiri.

Melantunkan syair pantun dengan penuh rasa emosional dan penghayatan yang cukup dalam dengan iringan satu alat music pukul atau satu alat music tiup yakni krilu, alat music yang menyerupai seruling namun memiliki perbedaan lantunan dan bunyi yang cukup khas.

Orang – orang terdahulu lebih sering meyampaikan syair pantun berejong yang berisikan nasehat bahwa dalam kehidupan ini hendaknya selalu teringat kepada sesama manusia karena hidup ini memerlukan bantuan orang lain karena kita tidak bisa hidup sendiri melainkan saling membutuhkan.

Dalam perkembangannya kesenian Berejong tidak lagi di mainkan hanya dengan nyanyian tanpa alat music pengiring, kehadiran music tradisional gitar tunggal batang hari Sembilan sangat besar berpengaruh terhadap giat seni berejong saat ini.

Para penggiat seni teradisional ini telah banyak belajar, memahami serta melakukan pengembangan – pengembangan hingga akhirnya seni berejong ini lebih cendrung dimainkan dengan iringan alat music gitar sebagai panduan nada, ketukan (Tempo) dan irama dalam iringan nyanyian berejong.

Dengan perkembangan zaman, seni berejong tidak lagi dimainkan hanya pada waktu seseorang sedang menunggu kebun, ladang, atau tengah menyendiri sendiri di beranda depan rumah melainkan bisa saja sedang berada di manapun, dalam situasi apapun untuk mengungkapkan perasaan hati yang tengah dirasakan.

Misalnya ketika seorang pemuda yang tengah bertandang kerumah seorang gadis yang sedang di taksirnya. Dengan perasaan yang sedang jatuh cinta, maka ungkapan kepada seorang gadis tersebut, ia sampaikan dengan berejong yang berisikan tentang rasa dan perasaannya kepada gadis tersebut.

Seni Berejong tak lagi sekedar bertujuan menghibur diri sendiri atau sekedar mengsisi waktu luang namun telah memiliki ruang pertunjukan tersendiri dengan tujuan menghibur penonton atau masyarakat yang tengah menyaksikannya. Dengan semakin banyaknya penggiat seni tradisional ini yang mampu memainkan gitar, maka giat seni berejong saat ini lebih sering atau lazim diiringi dengan alat musik gitar, sehingga seni berejong telah berubah menjadi seni musikal.

Seni tradisional berejong khususnya di kabupaten Bengkulu utara memiliki kesamaan dengan beberapa seni tradisional yang berasal dari serawai, lembak dan melayu terutama seni gitar tunggal batang hari Sembilan, namun seni berejong yang berasal dari suku rejang ini memiliki banyak perbedaan baik dari cara penyampaian, nada, irama, Bahasa dan pola nyanyian serta ruang pertunjukannya.

Giat seni yang menghadirkan nuansah kearifan lokal yang sangat kental khususnya pada giat kesenian masyarakat suku rejang di kabupaten Bengkulu utara ini, telah mengalami banyak kemajuan dan perkembangan. Meski sangat langka hadir mengisi di tengah-tengah kegiatan masyarakat, namun tetap memiliki banyak peminat hingga saat ini.

  • Media Seni Pertunjukkan Berejong

Dalam perkembangannya, Berejong tidak lagi selalu hanya dimainkan oleh satu orang saja. Tetapi bisa saja dimainkan oleh beberapa orang baik duo atau grup, satu orang khusus hanya memainkan instrumen alat musik sebagai pengiring sedangkan yang lainnya adalah mendendangkan pantun atau syair berejong. Berejong yang dimainkan oleh lebih dari satu orang ini biasanya dalam bentuk syair pantun berbalas.

Seni berejong merupakan sebuah pertunjukan seni musikal yang memperdengarkan kekuatan lirik – lirik syair pantun dengan mengkombinasikan harmonisasi nada-nada yang indah, dimainkan dengan iringan alat musik gitar sebagai instrument pendukung didalamnya.

Fungsi alat musik yang mengiringi seni berejong hanya merupakan media pengiring untuk memperkuat sekaligus meyatukan nada, irama dan syair pantun yang disampaikan. walau demikian fungsi alat music pengiring ini sangat mempengaruhi akan keindahan seni berejong yang di mainkan.

Dalam pelaksanaanya, berejong yang dimainkan tidak dengan cara menghafal atau di tulis melainkan lirik pantun yang diucapkan secara spontan namun fasih tanpa melihat teks atau panduan, lebih banyak di sampaikan melalui ungkapan – ungkapan yang lahir secara tiba-tiba tentang apa yang tengah dilihat dan dirasa, lalu disampaikannya dalam bentuk lisan dengan menggunakan Bahasa – bahasa kiasan yang indah dan bermakna.

  • Lirik – lirik Berejong

Lirik-lirik pantun berejong banyak menuliskan tema mengenai aspek kehidupan masyarakat bahkan untuk hal-hal dan peristiwa tertentu diperlukan lirik pantun tertentu pula. Ada pantun yang menyangkut adat istiadat, Tradisi, rutinitas kehidupan masyarakat sehari-hari, keagamaan, generasi muda, nasehat, anak-anak, cerita masa lampau, motivasi dan semangat serta perjuangan menjalani kehidupan.

Bahasa yang di sampaikan dalam berejung lebih sering menggunakan Bahasa pereumpamaan, suatu bahasa komunikasi kiasan yang tidak bersinggungan secara langsung dalam penyampaiannya. sehingga bahasa berejong lebih menggunakan daya imajinasi tersendiri yaitu dengan menciptakan kata-kata yang memiliki makna dan ungkapan rasa yang terbilang cukup tinggi dan butuh penafsiran yang tepat agar dapat di cerna dengan baik.

  • Unsur vokal

Penyajian seni berejong meliputi unsur vokal yakni melalui perpaduan melodi, irama dan syair, di wujudkan dalam seni permainan olah vocal atau nyayian yang merdu dan indah, di lantunkan secara mendayu-dayu dengan irama music pengiring yang menyesuaikan pada setiap lagu.

Hal ini sangat tergantung kepada orang yang memiliki kemampuan olah vocal dengan baik, kemampuan cara bernyanyi dan juga kemampuan dalam memainkan harmonisasi irama dan nada dengan cermat, sehingga dalam penyampaian syair berejung, memiliki nilai kekuatan tersendiri pada unsur vocal yang di  sampaikan oleh seorang perejong.

  • Unsur sastra

Unsur sastra yang terdapat dalam penyajian seni berejong lebih banyak menggunakan Bahasa perumpamaan yang di sajikan dalam bentuk pantun dengan penyampaian bahasa yang paling halus namun bermakna sangat dalam. Hal inilah yang membuat penyajian seni berejong dapat di kategorikan seni yang memiliki nilai sastra yang cukup tinggi.

memerlukan daya imajinasi atau penciptaan karya dengan Bahasa yang benar-benar pas sehingga dalam penyajian seni berejong ini memiliki makna dan kesan tersendiri.

Terdapat kandungan makna dan filosofi khusus yang mendalam, tutur kata dan pilihan Bahasa yang indah sehingga penyampaian lirik-lirik yang terkandung didalamnya memiliki makna dan cita rasa yang tinggi. Pilihan Bahasa yang disajikan dalam seni berejong, tentu lebih banyak keterkaitan pada aspek kehidupan pribadi (Perejong) sehingga apa yang disampaikan oleh perejong tidak memiliki ketersinggungan terhadap orang lain bahkan apa yang tengah di utarakan lebih banyak seolah menasehati dirinya sendiri (Perejong).

Di samping itu, perejong juga seringkali menggunakan lirik-lirik pantun lama sebagai kombinasi atau perpaduan dengan lirik-lirik pantun baru yang di buat oleh perejong.

Lirik berejong yang paling sering di sampaikan biasanya selalu berisi tentang ungkapan kesedihan atau ratapan, tentang sesuatu yang meresahkan jiwa, rasa pilu dan perasaan gunda gulana. Jarang sekali terdapat lirik pantun atau nyanyian berejong yang berisikan tentang perasaan yang gembira atau lirik bahagia, karena berejung memang lebih identik dengan lirik-lirik tentang kesedihan.

Berikut Beberapa contoh dari lirik -litrik pantun berejong dari berbagai tema.

  • Lirik pantun muda mudi yang bertemakan cinta

Alau Mai Tunggang

Sipang Taba Da‘et

Tupak ketumang Kundang

Asaiku Mendai Liliak tebet

 

Ujen Ko Lai-Lai Bilai

Angin betiup kundei kuu’ak

Kalau ite co’a utung Bagai

Isan semanget telayang uak

 

  • Lirik Pantun yang bertemakan nasehat

 

Ade pelak tenanem kacang

Buah ne mesak te menea bubu’a

Pacak-pacak tukang bedagang

Mako ne success dau tun temuku’a

 

Mejua lak la’ang

Kalau temuku’a lak mude’ak

Amen tun co’a umum ne malang

Kalau tanggung sahe paye’ak

 

  • Lirik pantun Lama

 

Meto mai sadei pangin

Mai kebun betanem dasen

Kalau ko mejijai angin

Kunyau ba uku uku mejijai embun

 

Mak telung alau mai pelak

Nak nated mak tebau

Kalau nak tenung ku do’o pirak

Sapei uku dapek mejijai punggau

 

  • Unsur Music/Instrumen Pengiring

Ketipung merupakan pola instrument yang dimainkan dalam seni berejong, merupakan dasar dan ciri khas yang melekat pada permainan berejong. Pola dasar ini sebagai acuan yang mempengaruhi bentuk dan cara nyanyian berejong. Pola ini dinamakan Pola irama ketipung yakni pola yang di mainkan berdasarkan dari bentuk bunyi pukulan atau ketukan irama dari alat music seperti gendang, rabbana, bambu dan alat music pukul lainnya.

Bisa di maikan baik secara lambat, sedang maupun cepat, Berpariasi tergantung irama lagu yang dimainkan, namun sekarang sudah cukup berkembang dan mengalami banyak pariasi oleh bertambahnya kemampuan dalam memainkan alat music yang mengiringi rejong, sehingga nyanyian rejong tergantung dengan pola yang di sesuaikan dengan petikan atau irama music yang dimainkan.

Dalam penyajian seni berejong, melodi yang di mainkan pada alat music dijadikan sebagai kekuatan yang berpengaruh guna menyesuaian harmonisasi dari lantunan nada berejung yang mainkan. Alat music pengiring seperti gitar, biola, dan alat music lainnya merupakan sebuah Instrumen latar atau pengiring yang menyempurnakan keindahan dari permainan seni berejong.

Pada era sekarang gitar lebih dominan menjadi alat music yang mengiringi setiap permainan dan pertunjukkan berejong. Sehingga wajar bila mana masyarakat awan lebih mengenal istilah kegiatan seni berejong ini dengan sebutan seni tradisonal gitar tunggal.

  • Unsur Seni dan Pertunjukkan

Di masa sekarang ini, berejong lebih banyak dilaksanakan pada kegiatan – kegiatan di masyarakat, seperti di adakan pada acara pesta pernikahan, syukuran atau acara lainnya. jarang sekali di hadirkan di suatu pertunjukkan khusus seperti pentas seni atau acara-acara besar kedaerahan.

Dalam sebuah penampilan pertunjukan berejong biasanya akan di tempatkan secara khusus dimana semua perejong dan pemain music akan berkumpul dan duduk mengelilingi pangung  lalu secara bergantian memainkan rejong. Berejong dapat dimainkan oleh siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan. Baik muda maupun orang tua lanjut usia.

Berikut adalah beberapa kategori pertunjukkan berejong

  • Secara Tunggal

Yakni dimana seorang perejong juga terampil atau mampu memainkan alat music pengiring (gitar) dalam sebuah pertunjukkannya. Hal ini dapat di katakan bahwa pertunjukkan seni berejong yang dimainkan adalah secara tunggal. Tidak melibatkan orang lain dalam penampilannya, dimana seorang perejong yang juga sekaligus pemain alat music pengiring.

  • Duo atau Grup

Yakni dimana ada dua orang atau lebih yang memainkan rejong dan satu orang lainnya sebagai pemetik gitar atau pemain alat music pengiring, diantara keduanya bersifat berdiri sendiri namun tetap dalam satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, diantara pengiring dan perejong akan memainkan perannya masing – masing, diantara keduanya saling mempengaruhi, dimana seorang pemetik gitar di haruskan dapat mengiringi perejong dengan baik, sebaliknya pula sang perejong mampu memberikan penampilan yang terbaik dengan diiringi music pengiring. Sehingga pertunjukkan tersebut terdengar dinamis dan harmonis penuh dengan unsur keindahan bagi siapapun pendengar atau penonton yang menyaksikan pertunjukkan tersebut.

  • Pantun Berbalas

Yakni dimana menghadirkan dua orang kopetitor atau dua orang perejong yang akan memainkan lagu atau pantun secara bergantian atau berbalas – balasan, hal ini lebih sering bahkan lebih diutamakan yakni satu orang Wanita dan satu orang pria dimana kategori ini memperlihatkan pertunjukkan seni berejong dengan menyampaikan lirik pantun secara bergiliran, atau bersahut-sahutan dengan menyesuaikan tema yang disampaikan masing-masing perejong

  • Berejong Sebagai Wadah Penyampaian Expresi Jiwa

Berejong merupakan wadah penyampaian expresi jiwa dengan mengutarakan lirik-lirik pantun yang berupa isi hati dan perasaan yang tengah dirasakan, bila mana dalam keadaan sedih maka yang akan disampaikan adalah perasaan sedih atau ratapan, namun pabila dalam keadaan gembira maka yang akan disampaikan juga dengan lirik-lirik Bahagia dan ceria.

Seni memainkan rasa di dalam kegiatan berejong ini akan menggambarkan situasi atau keadaan yang nyata tentang apa yang tengah dihadapi oleh seorang perejong. Maka tak dapat di hindari Bahasa dan pantun yang disampaikan merupakan salah satu bentuk rasa emosional yang dialami dan dirasakan.

  • Berejung Sebagai Pengisi Waktu Senggang

berejong pada awal mulanya merupakan sebuah kegiatan kesenian yang di lakukan sebagai pengisi waktu luang. Pada konteks ini berejung tidak mernbutuhkan persiapan dan keahlian khusus dalarn penampilannya. Berejong bisa dimainkan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja, baik dengan iringan alat musik maupun tanpa diiringi oleh alat musik.

Dalam hal ini kegiatan berejong hanya berfungsi untuk mengisi waktu senggang guna menghibur diri sendiri, bukan untuk menghibur penonton atau orang lain sebagai pendengarnya, melainkan perejong hanya menjadikan kegiatan ini sebagai pengisi waktu luang untuk menghibur dirinya sendiri.

Syair-syair yang terucap oleh si perejung merupakan ungkapan isi hatinya pada waktu itu. Menyampaikan perasaan hati yang tengah dirasakan saat itu. Lirik pantun yang disampaikan tergantung kepada suasana atau aktifitas yang tengah di lakukannya. misalnya sewaktu seorang ibu sedang menjaga anaknya yang sedang tidur di ayunan, sambil mengayun si anak, si ibu menyampaikan berejong dengan mengungkapkan syair-syair yang berisikan Do’a, harapan dan cita-cita untuk sang anak, juga lirik nasehat-nasehat yang baik sebagai ungkapan rasa dan kasih sayangnya.

  • Berejung Sebagai Media Mencari Jodoh

Hal ini biasanya sering terjadi dalam pergaulan anak muda sehari-hari antara pasangan muda-mudi atau pasangan bujang gadis, dimana penyampaian syair berejong biasanya bertemakan tentang cinta, rasa dan perasaan yang tengah dirasakan, kemudian di ungkapkan melalui kegiatan berejong.

Hal ini merupakan cerminan dari bagian budaya yang patut untuk terus di terapkan pada pergaualan muda mudi sekarang ini agar lebih terlihat bagaimana sebuah kegiatan seni mencerminkan tata cara dalam pergaulan tidak mudah untuk tercela oleh sifat yang tidak baik dalam kehidupan pergaulan di masyarakat.

Simak video salah satu karya maestro berejong Klik Disini

Romansyah  Sabania – romancenews.id

 

 

Tinggalkan Balasan