InspirasiSeni dan Budaya

” Ungkapan Syair Cinta dan Rindu ” Dari Rajo Malim Paduko

×

” Ungkapan Syair Cinta dan Rindu ” Dari Rajo Malim Paduko

Sebarkan artikel ini

Romancesnew.id/Bengkulu Utara – Suasana panggung Bengkulu Utara Expo 2025 pada malam ke tiga pertunjukan seni tradisi mendadak berubah penuh kegembiraan dan semangat ketika Rajo Malim Paduko, Dr.Ir.H.M, Imron Rosyadi, MM. M.Si Mantan Bupati Bengkulu Utara dua periode, tiba-tiba hadir dan secara spontan ikut melantunkan berejong.

Kehadirannya sontak menyedot perhatian ratusan penonton yang memenuhi arena, tak terkecuali peserta yang berada di bawah panggung pertunjukkan pun naik keatas panngung menghampiri beliau untuk ikut berejong bersama. seketika suasana tersebut menghadirkan nuansa nostalgia yang sulit dilupakan.

Dengan suara lantang penuh penghayatan, Rajo Malim Paduko menyampaikan bait-bait syair berejong yang sarat filosofi kehidupan:

“Patiak Temiang si Buluak mupo
Nemak Putung ges sayang semut
Kasiak sayang te coa pakei sudo
Pamo ne mitung benei nak laut”

Syair itu kemudian disambung dengan lantunan petuah tradisi:

“Kemak cekiak tanem lem pelak
Kemak ba sedem pejuluk kanis
Kunyau putiak telan beak pitak
Cito ngen denem ite coa mabis”

Tak berhenti di situ, suasana semakin larut ketika beliau melantunkan syair yang penuh kerinduan:

“Ite Namen masalah judau
Cao nam milak tuhan kuaso
Kerno waktau Jaang betemau
Tapi kenangan ite coa lupo”

“Tun Padang Mai bekulau
Tun sekayun temanem tebau
Kunyau ite Jaang betemau
Nak alun alun melepas inau”

Rajo malim Paduko Bersama beberapa Seniman Rejong Tengah Berbalas Pantun

Makna Filosofis Lirik Berejong

Syair berejong yang dilantunkan malam itu bukan sekadar hiburan, melainkan pesan kehidupan yang mendalam:

  • Kasih sayang tak pernah habis, umpama menghitung pasir di laut → ketulusan yang abadi meski diuji waktu.
  • Biar putih tulang di dalam tanah, cinta dan dendam tak kan habis → cinta sejati maupun luka batin bisa terbawa hingga akhir hayat.
  • Masalah jodoh adalah kuasa Tuhan, namun kenangan tak terlupa → takdir tak bisa dihindari, tapi ingatan tetap hidup.
  • Jarang bertemu, di alun-alun melepas rindu → kerinduan akhirnya terobati dalam kebersamaan.

Suasana Rindu dengan Berbalas Pantun

Malam itu, tercipta suasana rindu di antara para seniman berejong terhadap sosok pemimpin masa lalu. Beberapa perejong bahkan spontan melantunkan syair-syair balasan, menciptakan dialog musikal yang hangat dan penuh keakraban. Riuh tepuk tangan penonton menandai betapa momen itu tak sekadar pertunjukan, melainkan perjumpaan emosional antara pemimpin, rakyat, dan tradisi.

Salah satu seniman sekaligus Maestro berejong Bekulu Utara, Harjontoni, mengaku tersentuh dengan kehadiran dan lantunan syair Rajo Malim Paduko. “Kami para seniman merasa bangga dan terharu. Tidak semua pemimpin mau turun langsung melantunkan berejong seperti beliau. Syair yang beliau bawakan mengingatkan kami pada pesan orang tua dulu: tentang kasih sayang, tentang jodoh, tentang kenangan yang tak pernah hilang,” ujarnya.

Penggambaran Khusus

Berejong yang dibawakan Rajo Malim Paduko ibarat jembatan rasa—menghubungkan masa lalu dengan masa kini, pemimpin dengan rakyat, serta tradisi dengan modernitas. Lirik-liriknya mencerminkan kasih sayang yang tulus, pengorbanan yang mendalam, cinta yang abadi, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.

Momen itu menjadi pengingat bahwa berejong bukan hanya seni suara, melainkan media komunikasi budaya yang sarat pesan moral, spiritual, dan emosional. Kehadiran spontan Rajo Malim Paduko di panggung Bengkulu Utara Expo 2025 memperlihatkan bahwa seni tradisi ini masih hidup, hangat, dan penuh makna di hati masyarakat Bengkulu Utara.

Romancenews.id_Rmsy

Tinggalkan Balasan