Example floating
Example floating
News

Bahasa Daerah Nyaris Padam: Balai Bahasa Menyalakannya!

×

Bahasa Daerah Nyaris Padam: Balai Bahasa Menyalakannya!

Sebarkan artikel ini

Bahasa sebagai Warisan Hidup: Balai Bahasa Bengkulu Luncurkan Produk Penerjemahan dan Anugerah Karsa Bahasa 2025

Romancenews.id-BENGKULU — Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan denyut kebudayaan dan penanda jati diri.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Diseminasi Produk Penerjemahan dan Penghargaan Anugerah Karsa Bahasa Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2025 yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (18/12/2025).

Acara yang berlangsung khidmat sekaligus penuh makna ini menjadi panggung penting bagi upaya pemartabatan bahasa Indonesia dan pelindungan bahasa daerah Bengkulu.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan, S.S., M.A., dilanjutkan arahan pembuka dari Gubernur Bengkulu, serta penayangan video capaian kinerja Balai Bahasa Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2025.

Dalam paparannya, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menorehkan capaian signifikan melalui beragam produk kebahasaan dan kesastraan.

Di antaranya Kamus Dwibahasa Bengkulu Dialek Lembak–Indonesia, Kamus Daring Bahasa Daerah, Peta Komunitas Literasi, Antologi Cerita Pendek Berbahasa Daerah, Antologi Naskah Drama, Majalah Literabasa Edisi VIII, hingga Siniar Pananabasa.

Seluruh capaian tersebut menegaskan peran Balai Bahasa sebagai garda terdepan pelestarian bahasa dan literasi daerah.

Puncak acara ditandai dengan Peluncuran Produk Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2025, berupa buku cerita anak dwibahasa (Bahasa Daerah Bengkulu-Indonesia).

Dari target awal 61 judul, Balai Bahasa berhasil melampaui ekspektasi dengan menghadirkan 80 produk terjemahan, mencakup seluruh bahasa dan dialek yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu menegaskan bahwa budaya membaca tidak dapat tumbuh tanpa ketersediaan bahan bacaan yang berkualitas, menarik, dan didukung oleh ekosistem literasi yang kuat. Ia menilai kegiatan penerjemahan ini bukan sekadar program teknis, melainkan investasi peradaban.

“Melalui penerjemahan cerita anak berbahasa daerah, kita tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mewariskan nilai, kearifan lokal, dan identitas budaya kepada generasi muda,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menekankan bahwa bahasa adalah warisan hidup yang harus terus dirawat melalui kesadaran kolektif dan tindakan nyata. Kesadaran inilah yang melandasi penyelenggaraan Anugerah Karsa Bahasa 2025.

Karsa, yang bermakna kehendak dan niat luhur, diwujudkan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu melalui pemberian penghargaan kepada tokoh, komunitas, lembaga, dan individu yang konsisten berkontribusi dalam pemartabatan bahasa Indonesia dan pelindungan bahasa daerah.

Penghargaan diberikan kepada penerima kategori UKBI, pengguna media sosial, media penyiaran publik, lembaga proaktif Program BIPA, tokoh pelestari bahasa daerah, pewara, kreator konten proaktif, komunitas literasi, hingga tokoh pendukung program Balai Bahasa.

Sebanyak 80 penulis sekaligus penerjemah cerita anak dwibahasa menerima piagam penghargaan secara simbolis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga bahasa daerah tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

“Para penerima anugerah hari ini adalah teladan bahwa kepedulian terhadap bahasa dapat dimulai dari langkah sederhana, namun berdampak luas bagi masa depan kebudayaan,” ujar Gubernur Bengkulu dalam sambutan penutupnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan lembaga strategis, di antaranya Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bengkulu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu-Lampung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan Kota Bengkulu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pimpinan TVRI dan RRI Bengkulu, Ketua Badan Musyawarah Adat Provinsi Bengkulu, para penulis, penerjemah, serta penerima Anugerah Karsa Bahasa 2025.

Menutup rangkaian kegiatan, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program kebahasaan yang inklusif, kreatif, dan berdampak luas.

Bahasa, sebagaimana ditegaskan sepanjang acara, bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dihidupkan baik dari buku, dari panggung, dan dari tangan-tangan yang setia merawatnya.

Romancenews.id_Rmsy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *