InspirasiNewsSeni dan Budaya

Berejong, Wakili Bengkulu Utara di Even Kebudayaan Merah Putih

×

Berejong, Wakili Bengkulu Utara di Even Kebudayaan Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Romancenews.id – Dalam rangka pelaksanakan program 100 hari kerja Gubernur, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi BENGKULU menyelenggarakan Event Kebudayaan Merah Putih yang bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi BENGKULU, Selasa, 20 Mei 2025,

Mengusung tema “Mari Bangun Kebudayaan dengan Melestarikan Warisan Budaya Tradisional Provinsi Bengkulu”, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Bengkulu

Warisan Budaya yang telah bersertifikat nasional, dari perwakilan sanggar seni lintas derah 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu,

Salah satunya perwakilan dari Kabupaten Bengkulu Utara, menampilakan Seni Tradisional Berejong yang merupakanTemabng Tradisi seni budaya tradisional masyarakat suku rejang,

Generasi muda penggiat seni tradisional daerah yang merupakan generasi binaan sanggar Seni Budaya Rejang Kembang Tanjung Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara ini merupakan kali ke empat penampilan mereka di pentas seni tingkat Provinsi,

Isnu Widarma (24 Th) dan Deca Fricilia (14 Tahun), Tampil Memukau dengan membawakan karya cipta lagu dan Aranger Music Maestro Berejong Sugiono dengan judul ” Angan Co’a Sapei ” yang di tulis tahun 2009,

Penampilan etnik ragam budaya dari masing-masing daerah ini, memberi kesan tersendiri pada pelaksanaan Even Kebudayaan Merah Putih yang di gelar untuk pertama kalinya di provinsi Bengkulu,

Acara ini dihadiri oleh pejabat dinas dari lingkungan pemerintah daerah, Bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebuayaan Kabupaten/Kota se-provinsi Bengkulu, tokoh budaya, komunitas, hingga perwakilan dari sanggar seni se-Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Saidirman menyampaikan bahwa Event Kebudayaan Merah Putih ini merupakan bagian integral dari program 100 hari kerja Gubernur Bengkulu.

Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan, semangat dan juga upaya dalam rangka pelestarian kebudayan yang akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan melalui pembinaan intensif  terhadap sanggar-sanggar seni di provinsi Bengkulu.

“Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata sebatas program 100 hari kerja saja. Tapi ini adalah langkah awal yang terus akan kami lanjutkan dalam bentuk pembinaan sanggar-sanggar budaya di seluruh pelosok darah provinsi Bengkulu. Landasan kegiatan ini tercamtum pada Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Nomor 400.6/891.2/Dikbud/2.25,” ujar Saidirman.

Pelaksanaan Event Kebuadayaan ini bukan hanya untuk memperingati 100 hari kerja kepala daerah, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga dan memlihara kekayaan warisan budaya Daerah Provinsi Bengkulu,

Ada tiga poin utama yang menjadi fokus kegiatan ini dilaksanakan:

  • melestarikan budaya di bumi merah putih dan kekayaan intelektual di dalamnya, serta menanamkan nilai-nilai ketradisian budaya di provinsi Bengkulu.
  • Meningkatkan kapasitas dan gaiat-giat seni budaya di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tentu dilakukan dengan cara memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan mengembangkan seni tradisi sebagai bagian dari identitas mereka
  • Melanjutkan perjuangan Ibu Fatmawati Soekarno Putri yang merupakan simbol perjuangan dan kemerdekaan.

Semangat dalam perjuangan beliau, kita aplikasikan dalam konteks pelestarian dan pembangunan kebudayaan untuk lebih maju dan terus berkembang, mulai dari tingkat desa sampai tingkat provinsi,

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, M.Si, menyampaikan apresiasi dan sporting tinggi terhadap inisiatif yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,

Dalam sambutannya Nandar menegaskan akan pentingnya upaya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai warisan berharga yang harus dipelihara dan dijaga bersama.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Event seperti ini harus terus digalakkan agar budaya kita tetap hidup dan tidak tergerus oleh zaman. Budaya adalah jati diri, dan tugas kita bersama untuk memastikan generasi mendatang bisa mewarisi dan melanjutkan giat kebudayaan kita,” ujar Nandar Munadi.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Balai Pelestarian Budaya Provinsi Bengkulu, Iskandar Mulia Siregar, S.Si, M.A.P, yang menyampaikan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama para pelaku budaya, komunitas dan sanggar-sanggar seni daerah.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen kuat dalam membangun peradaban dan identitas daerah melalui jalur kebudayaan.

Bukan hanya sebatas kegiatan seremonial saja, tetapi event ini akan menjadi tonggak dasar pelaksanaan berbagai program pelestarian kebudayaan yang lebih terstruktur dan inklusif.

Berikut 10 Penampilan Pentas Seni di Even Kebudayaan Merah Putih perwakilan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu,

  1. Music Gamat dari Kota Bengkulu (sanggar seni Gading Betuah)
  2. Tari Kejai dari Kabupaten Rejang Lebong (Sanggar Benuang Sakti)
  3. Tari Gandai dari Kabupaten Mukomuko (sanggar Seni Putri Suto)
  4. Ringit dari Kabupaten Kaur (sanggar seni Serunting Sakti)
  5. Sarapal Anam dari Kabupaten Bengkulu Tengah
  6. Pencak Serawai dari Kabupaten seluma (sanggar Pencak Kuntau Jeno)
  7. Kejai Andak dari Kabupaten Lebong (sanggar seni YunniVischal)
  8. Aksara Kaganga dari Kabupaten Lebong (eater Petak Rumbia)
  9. Berejong dari Kabupaten Bengkulu Utara (Sanggar Seni Kembang Tanjung)
  10. Tari Andun dari Kabupaten Bengkulu Selatan (sanggar Tari Gema Serunai)

Rsy. RomanceNews.id

Tinggalkan Balasan