Example floating
Example floating
InspirasiNewsSeni dan Budaya

Edi Soe dan Seiring Art: Iktiar Sunyi Seni Rupa Bengkulu

×

Edi Soe dan Seiring Art: Iktiar Sunyi Seni Rupa Bengkulu

Sebarkan artikel ini

ROMANCENEWS.ID. BENGKULU — Di tengah keterbatasan ruang, minimnya perhatian, dan panjangnya jalan perjuangan kebudayaan, Seiring Art tumbuh sebagai ikhtiar sunyi yang konsisten merawat seni rupa Bengkulu.

Ruang ini dirintis oleh Edi Susilo, yang lebih dikenal sebagai Edi Soe, seorang praktisi seni, perupa, dan pionir pembangunan kebudayaan yang memilih berjalan dari nol demi menjaga jati diri daerah.

Seiring Art bukan sekadar ruang berkarya. Ia lahir dari kegelisahan sekaligus harapan: kegelisahan akan terbatasnya ruang belajar dan bertumbuh bagi perupa daerah, serta harapan agar seni rupa Bengkulu memiliki arah, peta perkembangan, dan kemandirian.

Sejak awal berdiri, ruang ini dirancang sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pemetaan sejauh mana seni rupa lokal berkembang dari waktu ke waktu.

Bagi Edi Soe, melukis bukan hanya keterampilan, melainkan bahasa jiwa. Sejak kecil, seni telah menjadi bagian dari hidupnya. Membentuk cara berpikir, cara merasa, dan cara memaknai kehidupan.

Pernah berada pada fase hampir meninggalkan giat seni saat masa SMP, ia justru menemukan kesadaran bahwa seni membutuhkan ketekunan, disiplin, dan pengetahuan yang terus diasah. Kesadaran itulah yang mendorongnya membangun Seiring Art secara mandiri.

Perjalanan Seiring Art dirintis dengan investasi total: waktu, tenaga, kemampuan, dan seluruh sumber daya yang dimiliki. Dari ruang sederhana, Seiring Art perlahan berkembang menjadi sarana ilmu pengetahuan seni rupa. Tempat diskusi, penciptaan karya, dan pembentukan karakter seniman. Dalam prosesnya, Edi Soe memadukan latar kemampuannya di bidang manajemen ekonomi, seni rupa, dan desain interior untuk memastikan ruang ini bertumbuh secara berkelanjutan.

Lebih dari itu, Seiring Art menjadi ruang pengabdian. Edi Soe memaknai seni sebagai jalan menebar kebaikan, sebuah bentuk ibadah yang menghadirkan manfaat bagi kehidupan. Ia mewakafkan diri, ilmu, dan keterampilannya agar seni tidak berhenti pada ekspresi personal, tetapi berperan dalam pembangunan manusia dan kebudayaan.

Di balik keteguhan langkah itu, terdapat dukungan keluarga yang menjadi fondasi utama. Cinta dan kepercayaan dari istri serta anak-anak menguatkan Edi Soe dalam membangun ruang seni yang berpijak pada nilai dan keikhlasan. Baginya, seni yang kuat lahir dari lingkungan yang sehat, penuh kasih, dan saling menguatkan.

Hari ini, Seiring Art diarahkan untuk menjawab tantangan yang lebih luas: bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian di bidang seni rupa. Edi Soe meyakini bahwa kebudayaan yang kokoh hanya dapat tumbuh dari manusia yang berilmu dan berkarakter.

Ia juga menaruh harapan besar pada peran seni rupa dalam menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif Bengkulu. Menurutnya, ruang-ruang seni yang hidup akan melahirkan denyut ekonomi baru bagi pelaku budaya daerah. Namun, di tengah potensi tersebut, perhatian dan kehadiran pemangku kebijakan masih dirasakan terbatas.

Edi Soe menilai, kehadiran pemerintah, khususnya bidang kebudayaan perlu lebih nyata di tengah lingkungan seni. Bukan sekadar melalui program dan seremoni, tetapi dengan mendengar, merasakan, dan menjadi bagian dari proses kebudayaan itu sendiri.

Seni bukan tentang siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling setia menjaga nilai. Ketika kita merawat seni dengan ilmu, keikhlasan, dan keberanian, di situlah jati diri daerah tumbuh dengan sendirinya,” ujar Edi Soe.

Lahir di Bengkulu pada 2 September 1985, dari latar Jawa Melayu, Edi Soe membawa keyakinan bahwa seni budaya Bengkulu harus berdiri kuat dengan identitasnya sendiri. Melalui Seiring Art, ia terus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, maju, dan berkembang, menjadikan seni bukan sekadar aktivitas, melainkan jalan hidup yang bermartabat.

Di tengah zaman yang bergerak cepat, Seiring Art hadir sebagai penanda: bahwa kebudayaan dapat dibangun dengan kesetiaan, ketekunan, dan keberanian untuk terus memberi. Dari ruang yang dirintis dengan kesederhanaan, Edi Soe menanam harapan besar, agar seni rupa Bengkulu tumbuh, hidup, dan menjadi jati diri yang tak tergantikan.

Romancenews.id_Rmsy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *