Example floating
Example floating
News

Ketua DPD RI. Sultan B. Najamudin: Menyemai Harapan Dari Desa, Membangun Ekonomi Inklusif Di Bengkulu Utara

×

Ketua DPD RI. Sultan B. Najamudin: Menyemai Harapan Dari Desa, Membangun Ekonomi Inklusif Di Bengkulu Utara

Sebarkan artikel ini

Bengkulu Utara, 21 Oktober 2025 —Langit Siang di Arga Makmur tampak cerah ketika Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, tiba di jantung ibukota Kabupaten Bengkulu Utara. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi juga panggilan hati untuk meneguhkan semangat membangun desa yang mandiri, transparan, dan berdaya bagi rakyatnya.

Di hadapan lebih dari dua ratus peserta — terdiri atas Forkopimda, para camat, dan 130 kepala desa se-Bengkulu Utara — Sultan berbicara dengan nada tegas namun bersahabat. Ia menekankan bahwa dana desa bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi denyut kehidupan yang harus menghidupi masyarakat desa.

“Dana desa harus dikelola dengan jujur dan bertanggung jawab. Di sanalah letak masa depan ekonomi bangsa, tumbuh dari akar desa menuju kemakmuran bersama,” ujar Sultan penuh penekanan.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyerahkan buku Green Democracy kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Buku tersebut menjadi simbol komitmen DPD RI terhadap pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau di tingkat desa.

Kehangatan suasana semakin terasa ketika Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menyambut langsung kedatangan Sultan. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian Ketua DPD RI terhadap tata kelola pemerintahan desa.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, terutama dalam membangun sistem pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel,” ungkap Arie.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumarno, Kapolres AKBP Eko Munarianto, Kasdim Mayor Kav Cinta Harmedi, serta jajaran pejabat kementerian, perwakilan kejaksaan, dan pengadilan negeri.

Usai sesi pemaparan dan doa bersama, rombongan DPD RI melanjutkan perjalanan menuju Padang Jaya, di mana Sultan menggelar agenda reses di Unit Tiga. Di setiap pertemuan, ia tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga menyemai semangat agar desa menjadi benteng terakhir kemandirian bangsa.

Kunjungan itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda resmi. Ia menjelma menjadi simbol silaturahmi antara wakil rakyat di Senayan dan rakyat di akar rumput, yang bersama-sama menumbuhkan harapan baru dari desa untuk Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.

Romancenews.id_Rmsy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *