Seni dan Budaya

Nang – nang, Tembang Seni Tradisi Rejang yang terlupakan

×

Nang – nang, Tembang Seni Tradisi Rejang yang terlupakan

Sebarkan artikel ini

Romancenews.id – Nang nang, Tembang Tradisi Rejang yang nyaris punah

Giat seni tradisional yang hampir mirip dengan bringit, besyair, dendang dan berejong ini merupakan salah satu giat seni tradisional yang dimiliki oleh masyarakat suku  rejang, merupakan warisan budaya peninggalan leluhur yang telah banyak mengilhami generasi terdahulu.

Giat seni tradisional ini memiliki nilai dan Estetika seni yang cukup tinggi. Mengingat giat seni yang lebih tepatnya merupakan tembang seni tradisional daerah ini cukup langkah dan tidak mudah untuk dapat dilakukan, karena giat seni tradisional ini hanya mampu dilasanakan oleh orang – orang tertentu saja, karena disamping harus memiliki kemampuan olah seni yang cukup tinggi, juga di  butuhkan musikalitas yang memadai, serta juga harus mampu menyajikan lirik lirik indah dan lafas penyampaian syair yang bedinamika dan karacteistik tersendiri.

Nang -nang diriwayatkan berasal dari cerita para pendahulu atau leluhur yang mengisahkan tentang pasangan hidup manusia yang telah lama berumah tangga namun lama belum juga memiliki keturunan, dengan penantian yang cukup lama berpuluh puluh tahun  lamanya, seiring do’a dan ikhtiar yang terus dilakukan hingga akhirnya di berilah anugerah karunia oleh Allah swt, tuhan yang maha esa anak kembar seorang perempuan dan seoarag laki-laki, sehingga hadirlah kebahagian yang terus mengisi sedari anak tersebut  masih kecil hingga mereka beranjak dewasa, hingga akhirnya saat perpisahanpun  tiba, anak-anak yang dikasihi tersebut tlah harus menempuh hidup berumah tangga, mereka harus menjalani kehidupan rumah tangganya masing-masing.

akhirnya suasana kesepian kembali seperti semula dimana sepasang manusia tersebut harus menjalani kehidupan kembali berdua seperti sedia kala, seiring kehidupan selanjutnya yang dijalani, hari – hari yang sunyi,  dan kesepianpun melanda, melalui dendang kerinduan, perasaan cinta dan kasih sayang yang tak terputus hingga harapan dan do’a untuk terus dipanjatkan agar anak-anaknya dapat rukun, bahagia dan tentram menjalani kehidupan mereka.

Lambat laun tembang ini terus dijalani dan telah menjadi bagian tradisi yang melekat pada msyarakat suku rejang terutama disaat sedang mengsuh buah kasih mereka di dalam buaian, namun pada perkembangannya saat ini, hal ini sangat jarang bahkan tidak pernah lagi di hadirkan di tengah-tengah masyarakat saat ini.

Nang Berasal dari kata untuk panggilan anak yang artinya tersayang, Nang juga panggilan yang di peruntukkan untuk adik atau orang yang terkasih yang usianya lebih belia, kesayayangan dan kebanggaan yang harapannya kelak akan menjadi pewaris dan penerus masa depan, nang juga di artikan kata umum panggilan anak yang butuh perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tua, nang – nang artinya kanak – kanak, yang kemudian sebutan ini menjadi lazim disematkan pada giat orang tua, terutama ibu dalam masa mengasuh, pengantar dan menemani tidur anaknya.

Nang – nang dahulu merupakan bagian dari giat atau cara orang tua terdahulu dalam menenangkah hati dan perasaan anak dalam buaianya, makna nang-nang tersirat arti tentang kasih sayang, nasihat, perjuangan serta harapan. dengan nada yang mendayu dan lirik yang penuh dengan kelembutan, kasih sayang dan kebaikan – kebaikan.

Meski hampir mirip dan memiliki kesamaan dengan giat seni tradisional berejong dan bringit, nang – nang meiliki karacter tersendiri, dimana nang – nang tidak berupa pantun, dan syair yang di sajikan, ia lebih dominan berisikan gambaran cerita, atau kisah tentang riwayat seseorang yang menjadi panutan, kisah kepahlawanan, perjuangan serta kisah tentang kisah yang menginspirasi untuk di bagikan dalam bentuk nyanyian merdu, dalam arti kata nang nang merupakan dongeng atau cerita yang di lantunkan dalam bentuk dendang atau nyanyian.

Dengan perkembangannya nang – nang tak lagi menjadi bagian untuk dihadirkan di tengah-tengah masyarakat, disamping tidak memiliki panggung atau ruang, nang – nang juga telah langkah karena tidak semua orang memiliki kemampuan itu untuk menghadirkannya kemabali, ditambah dengan pengaruh modern saat ini, orang lebih banyak menggunakan music atau lagu – lagu sendu untuk menemani atau mengantarkan anak kesayangannya tidur.

Dari giat seni tradisional nang-nang kita dapat belajar bahwa seni budaya merupakan bagian dari integral kehidupan manusia, melalui seni budaya kita dapat mengexpresikan perasaan, pemikiran, ide dan gagasan serta harapan yang bertujuan agar mendapat nilai dan perhatian yang merujuk pada nilai-nilai dan norma yang dapat diwariskan dari generasi kegenarasi.

Seni budaya memiliki peran penting disetiap sendi kehidupan bermasyarakat, seni budaya menjadi sarana untuk menjelaskan identitas suatu kelompk atau suatu bangsa, setiap bangsa memiliki budaya yang khas yang mencerminkan nilai-nilai ketradisian, hal tersebut sudah tentu menjadi identisas yang memperkuat nilai dan jati diri bangsa.

Seni budaya adalah aspek penting dalam kehidupan manusia, karena terkandung nilai – nilai positif dalam tatanan berkehidupan. Nilai keindahan, rasa, kekaguman, nikmat dan syukur akan anugerah serta keagungan tuhan yang maha esa, atas semua hasil penciptaannya yang mengilhami dasar kehidupan manusia di alam semesta.

Upaya menjaga dan melestarikan seni budaya sangat penting dirasa guna menjaga aspek keberagaman yang ada, seni budaya merupakan warisan yang tak ternilai harganya, penting dan wajib untuk terus di jaga serta pelihara.

Pelestarian seni budaya merupakan hal yang penting untuk memperkuat identitas suatu bangsa, dengan mempertahankan seni budaya juga merupakan suatu bentuk penghormatan kepada para leluhur atau nenek moyang yang telah banyak berjasa mengajarkan budi pekerti dan tata krama.

Dari tembang tradisi yang mengisi relung sanubari generasi saat ini, telah menjadi dasar dan bagian penguat karacter bangsa, memperkuat jati diri dan nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Dengan demikian dapat kita ilhami bersama bahwa giat seni tradisional ini telah banyak berpengaruh dalam membentuk generasi bangsa sehingga mampu bersaing, maju dan terus berkembang, selayaknya harapan dan do’a setiap orangtua agar anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa.

 

Simak secara lengkap Film Dokumenter Tembang Tradisi Rejang Nang-nang Klik Disini

Romansyah Sabania – romancenews.id

 

 

 

Tinggalkan Balasan