Romancenews.id/Bengkulu Utara, 5 September 2025 — Malam ke-6 gelaran Bengkulu Utara EXPO 2025 menjadi malam yang penuh makna dan beragam warna-warni budaya.
Bertempat di panggung utama EXPO Alun-alun Rajo Malim Paduko, Desa Rama Agung, Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, tampil memukau mengisi agenda Pentas Seni Etnik Budaya Nusantara, yang mempersembahkan berbagai kekayaan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia: Bali, Batak, Melayu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa.
Pentas ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga perwujudan nyata persatuan dalam keberagaman, lahir dari inisiatif bersama warga Desa Rama Agung—khususnya kolaborasi erat antara keluarga besar masyarakat Bali dan keluarga besar masyarakat Batak, yang selama ini hidup berdampingan secara harmonis di desa tersebut.
Penampilan Spesial: Tari Kreasi NTT & Tabola Bale
Puncak acara malam itu adalah penampilan penuh energi dari Tari Kreasi NTT & Tabola Bale, yang menggambarkan ungkapan kebahagiaan dan syukur pemuda-pemudi atas segala hal yang mereka miliki di tanah Nusa Tenggara Timur. Gerakannya yang dinamis, ritmis, dan penuh sukacita menjadi cermin semangat muda Indonesia yang bangga akan budayanya.
Tarian tersebut dibawakan oleh lima penari muda berbakat:
Cely Silhaloho, Clarisa Simarmata, Felicia Sirait, Gisell Turnip, dan Yohani,
di bawah bimbingan para pendamping Bina Iman Anak dan Bina Iman Remaja Gereja Katolik Santo Thomas Rasul Arga Makmur.

Lintas Budaya dalam Satu Panggung
Selain dari NTT, panggung budaya juga dihiasi:
- Keanggunan spiritual Tari Bali,
- Keceriaan dan keakraban Budaya Melayu,
- Kekuatan simbolik Tari Tor-Tor Batak,
- Dan kelembutan makna dalam Tarian Jawa.
Seluruh rangkaian ini menggambarkan semangat “Merajut Keberagaman dalam Harmoni Budaya Nusantara”.
Kepala Desa Rama Agung, Putu Seriade, mewakili keluarga besar masyarakat desa Rama Agung, menyampaikan:
“Kami bersyukur, malam ini menjadi bukti bahwa persatuan bukan sekadar slogan—namun nyata dalam kehidupan di Desa Rama Agung. Masyarakat Rejang, Bali, melayu, jawa, Batak dan suku lainnya yang ada di sini hidup rukun, berdampingan dan melalui panggung budaya ini kami ingin menghadirkan penyatuan untuk budaya Indonesia.”
Sementara itu, Ardin Silaen, yang hadir sebagai perwakilan keluarga besar masyarakat Batak kabupaten Bengkulu Utara, turut memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang terbangun:
“Budaya adalah warisan dan juga jembatan. Di Desa Rama Agung, kami menjadikan budaya sebagai ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan tumbuh bersama. Kolaborasi ini adalah simbol kekuatan sebagai bagian dari Indonesia yang majemuk.”
Harapan & Apresiasi
“Desa Rama Agung telah memberikan gambaran luar biasa tentang bagaimana budaya dapat mempersatukan dan membangun kebanggaan lokal. Ini adalah semangat yang harus terus dirawat, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.”
Berharap kedepan kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tetap tahunan yang didukung lebih luas, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Bengkulu Utara EXPO 2025 hendaknya akan menjadi event tahunan kabupaten Bengkulu Utara yang menghadirkan potensi terbaik dari desa-desa: produk unggulan, inovasi, dan kekayaan budaya. “Bersatu dalam Inovasi dan Tradisi”, Bengkulu Utara EXPO 2025 menjadi panggung inspirasi dan pemberdayaan lintas sektor dan generasi.
Malam yang hangat itu menjadi saksi persatuan dalam keindahan. Panggung sederhana menjadi sakral, saat budaya Bali, Batak, NTT, Melayu, dan Jawa bersatu dalam irama, gerak, dan senyum yang hadir menyapa dari anak-anak bangsa.
Pentas Seni Etnik Budaya Nusantara Desa Rama Agung membuktikan bahwa dari sebuah desa kecil di Bengkulu Utara, dapat lahir pesan besar tentang toleransi, kolaborasi, dan cinta budaya. Dari Bali ke Batak, dari Timur ke Barat—semuanya berpadu, menyatu dalam semangat “Dari Daerah untuk Indonesia – Dari Rama Agung Untuk Nusantara”,
Saksikan malam-malam budaya selanjutnya di Bengkulu Utara EXPO 2025, dan rasakan sendiri kekuatan harmoni dalam keberagaman.
Romancenews.id/Rmsy












Hanya melalui seni, kita dapat muncul dari diri kita sendiri dan mengetahui apa yang dilihat orang lain…Everything that is shown is extraordinary, hopefully Benkulu Utara will be more victorious … Prioritizing Indonesian Preserve the Regional Language Mastering Foreign Languages