Inspirasi

Sugiono – Referesentatif Maestro Berejong yang masih Bertahan

×

Sugiono – Referesentatif Maestro Berejong yang masih Bertahan

Sebarkan artikel ini

Romancenews.id – Beberapa penggiat budaya yang membidangi giat seni tradisional berejong beberapa diantaranya berasal dari beberapa wilayah di provinsi Bengkulu, memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun lamanya dalam giat seni berejong di daerah, disamping pengalaman juga memiliki bakat, kemampuan dan karya yang telah Sebagian masyarakat nikmati. Menekuni dan menjalani giat seni tardisonal ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. Rasa cinta, bangga dan ada kebahagiaan tersendiri menekuni giat seni tradisional ini. tentu saja sudah menjadi pilihan hidup bahkan telah menyatu dalam jiwa dan terpatri.

Sudah sewajarnya bahkan patut menjadi panutan bagi generasi penerus, sebagai inspirasi untuk generasi di masa yang akan datang, maka dari itu perlu untuk di dokumentasikan baik kisah dan cerita dari perjalanan mereka daalam menekuni giat budaya tradisional daerah ini, mensosialisasikan segala kemampuan dan pengetahuan mereka sebagai wadah edukasi guna menarik minat generasi muda dalam rangka ikut melestarikan seni budaya berejong ini. Sekaligus memberi ruang untuk mempromosikan hasil karya-karya mereka secara luas guna menjadi perhatian masyarakat

SUGIONO – Merupakan Maestro Berejong yang berasal dari desa Batu raja R kecamatan hulu palik kabupaten Bengkulu Utara, kelahiran desa aur gading 04 September 1975. Ia memulai menekuni giat seni tradisional berejong di usia empat belas tahun atau lebih kurang sudah hampir tiga puluh lima tahun lamanya, tentu bukan waktu yang singkat, untuk sebuah perjalanan giat seni di daerah. Meski terlahir bukan dari keluarga seni namun ia memiliki bakat dan kemampuan di bidang seni tardisional daerah ini. Minat, bakat dan kemampuannya telah terlihat pada usia dua puluh dua tahun, namun perkembangan dan kemajuannya dalam menuliskan karya-karya rejongnya kurang kebih telah di mulai sejak lima belas tahun yang lalu.

memiliki banyak cerita yang berkesan dalam perjalanan panjang menekuni giat seni tradisional daerah ini baik suka maupun duka, maestro berejong yang lebih akrab di panggil dengan sapaan ono bae ini bukanlah merupakan keturunan atau geenerasi yang memiliki keterikatan dengan penggiat seni tradisional berejong terdahulu, meski tidak memiliki keterkaitan hubungan tersebut, namun ia memiliki kemampuan dan bakat yang cukup besar dalam menekuni giat seni tardisional ini. Disamping memiliki kemampuan dan piawai dalam memainkan seni berejong ini, ia juga telah banyak melahirkan karya -karya berejong yang hingga saat ini telah banyak mendapat tempat dan perhatian Sebagian msyarakat khususnya di wilayah kabupaten Bengkulu utara.

Terus belajar dan menggali potensi yang ada, meski dalam keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki, Maestro satu ini sangat fokus dan serius dalam menuliskan karya-karya rejongnya, agar mendapatkan hasil karya terbaik, pola memadukan antara syair dan nada rejong bahkan melakukan inovasi – inovasi serta membuat kreatifitas yang baru baik dalam peulisan lirik maupun dalam mengaransement lagu sangat lah penting baginya. Hal tersebut telah menjadi bagian dari kemampuannya dalam melahirkan karya terbaik dari giat seni berejong ini. Bahkan setiap karya yang telah ditulisnya perlu untuk tetap di kaji secara berulang-ulang agar karya yang di lahirkan tersebut akan menjadi karya yang menarik perhatian dan dapat diterima pada setiap pendengarnya.

Komitmentnya dalam menekuni giat seni tradisional daerah ini cukup kuat, hal ini di buktikan dengan konsistensinya dalam berkarya, usaha dan upayanya yang terus ia lakukan agar giat kesenian ini tidak mati suri atau di tinggalkan, rasa memiliki serta bangga terhadap nilai seni budaya daerah ia wujudkan dalam bentuk upaya membangun generasi penerus dengan membina beberapa generasi muda dilingkungannya serta terus menggalakkan kegiatan-kegiatan kebudayaan di sekitar lingkungannya.

Kendati memiliki keterbatasan yang cukup banyak, maestro yang cukup di kenal di kalangan penggiat seni teradisonal di kabupaten Bengkulu utara ini memiliki motivasi dan semangat yang luar biasa dalam upaya menjaga dan melestarikan seni budaya rejang ini, gegemarannya terhadap bidang seni daerah ini tak dapat diragukan lagi, seringnya menjadi penampil pada setiap acara hiburan rakyat, even pentas seni tardisional dan pada acara ceremonial kebudayaan lainnya menjadikan maestro ini terbilang paling sering dan exist ikut dalam setiap kegiatan kesenian tersebut.

Mengisi di berbagai program acara televisi baik local maupun nasional telah menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan berharga baginya. Upaya untuk terus menjaga dan melestarikan seni budaya rejang ia lakukan dengan berbagai cara dan usaha menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki, terkadang rela berkorban sebagi bentuk rasa cintanya guna menjaga nilai seni budaya daerah yang baginya saat ini perlu sebuah perhatian khusus.

Dimata keluarga terkhusus istri dan anak-anaknya, sosok ayah yang gemar menulis lirik berejung bertemakan cinta ini merupakan sosok kepala keluarga yang perhatian dan bertanggung jawab. Dukungan dan support keluarga terhadap bidang yang di tekuninya hingga saat ini, menjadi modal baginya untuk terus berada di depan dalam upaya melestarikan seni tradisonal daerah ini.

Dari kisah dan perjalanan maestro ini banyak hal yang akan menjadi gagasan sekaligus harapan kedepan mengenai bagaimana usaha pengembangan dan pelestarian seni tradisional berejung ini dimasa yang akan datang. ada sebuah kalimat di sampaikannya yang menjadi dasar upaya terhadap pelestarian seni budaya ini “Jangan Biarkan kami Sendiri “ Kata sederhana yang bermakna sangat dalam mengisaratkan tentang kepekaan terhadap rasa kepedulian dan perhatian kita terhadap para pelaku seni tradisional berejong yang terus bertahan hingga saat ini.

Begitu kuat keinginan dan harapannya mengenai masa depan giat seni tardisonal berejung ini agar terus hadir di tengah-tengah masyarakat, maka yang di lakukannya ialah bagaimana menumbuh kembangkan minat, bakat serta kemampuan generasi penerus, menggali potensi anak muda daerah untuk memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga nilai seni budaya tradisonal ini. Dengan membentuk sanggar atau perkumpulan seni tarisional rejang yang Bernama Kembang tanjung ia dan Bersama beberapa rekan lainnya melakukan kegiatan-kegiatan pembelajaran sekaligus pembinaan pada generasi muda terutama pemuda – pemudi yang berada di lingkungan desanya menggali potensi dan minat mereka di bidang seni tradisional Berejong dan seni-seni tardisional lainnya.

Bertahun-tahun sudah dalam menjalani giat kesenian ini, tentu telah menjadi perhatian banyak pihak, di antaranya beberapa undangan untuk mengsisi acara kegiatan di masayarakat bahkan liputan program acara khsusus dari berbagai Televisi local daerah dan nasional hadir menjadi penyemangat giat seni tardisional yang sempat diam tak bergeming pada masa merebaknya wabah virus corona di tahun 2020 yang lalu.

Maestro yang memiliki bakat dan kemampuan dalam menulis lirik pantun bertemakan cinta dan kehidupan ini memiliki kreatifitas yang cukup tinggi, terbukti berbagai macam irama dan cara permainan gitar, dengan pemaduan melodi serta petikan terbaru yang membuatnya sangat berpengaruh terhadap karya-karya yang telah di lahirkannya, dengan terus belajar baik mengelola bagaimana menuliskan lirik-lirik rejuang dengan baik, mengulik dan membuat aransement music sendiri serta berinovasi mencari berbagai refrensi lantuan nada dan syair dendang berejong yang menjadikannya lebih mampu berkembang bahkan memberikan warna baru dalam melahirkan karya lagu berejong.

Kisah dan pengalaman yang di dapati merupakan bagian dari inspirasi, lagu yang yang tercipta lebih banyak mengisahkan tentang kisah perjalanan kehidupan. Seni ini telah menjadi wadah dalam meluapkan segala isi hati dan perasaannya. ia sangat meyakini apa yang di tuliskannya hari ini, kelak akan bernilai dan berharga sekaligus bersejarah bagi kehidupan anak cucungnya kelak.

 

  • Profil dan Biodata Maestro

Nama                    : SUGIONO Bin TAHYARI

T/T Lahir               : Aur Gading, 04 September 1975

Pekerjaan            : Petani/Penggiat Seni

Agama                  : Islam

Alamat                  : Desa Batu Raja R Kecamatan Hulu Palik Kabupaten

Bengkulu Utara

Istri                        : NUNA WATI Binti DARWAN

Anak                      : Isnu Widarma

 

  • Kemampuan bidang seni yang di Tekuni
  • Seni Music Tradisional Rejang
  • Seni Budaya Tradisonal Berejong
  • Tari Kreasi Daerah
  • Pantun, Tutur dan Syair
  • Organisasi/Sanggar/Komunitas Seni
  • Ketua Sanggar Kembang Tanjung
  • Sanggar Karang Bermanik
  • Biografhy Perjalanan Giat Seni Music Tradisional Berejong
  • Menjadi pengisi acara dalam giat seni music tradisional Berejung pada Even Ulang Tahun Daerah (HUT Kota Arga Makmur) Tahun 2000
  • Menjadi pengisi acara dalam giat Music Tradisional Daerah Pada program acara khusus baik di TV Lokal daerah maupun di TVRI Nasional.
  • Aktif dan secara regular dalam menulis karya – karya terbaru dan di rilist melalui platform media sosial
  • Aktif dan rutin ambil bagian dalam setiap kegiatan kebudayaan yang di laksanakan baik di tingkat desa, Kabupaten maupun di tingkat
  • Melakukan kegiatan pembinaan khususnya generasi muda daerah melalui kegiatan seni sanggar Kembang Tanjung Bengkulu Utara

 

  • Karya-Karya Sang Maestro
  • Cito Te Cigai 1990
  • Penemau Idup 1999
  • Ateiku Renyeng 2002
  • Sayang Bi Sudo 2017
  • Dau Penemau 2018
  • Temanggung Tangis 2018
  • Dayo Ku Cigai 2019
  • Ketumang Kunang 2019
  • Atei Ibo 2020
  • Telayang Su’ang 2020
  • Tangis Pinang 2020
  • Tulung Kapus Indau Nak Atei 2021
  • Temenung Suang 2022

Simak lagu dan Video clip lagu karya maestro berejong Sugiono Klik Disini

Romansyah Sabania – romancenews.id

 

 

Tinggalkan Balasan