Jakarta, 27 Oktober 2025 —
Dalam suasana penuh semangat kebangsaan dan refleksi moral kenegaraan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin tampil dalam sebuah program televisi nasional bertepatan dengan peluncuran DPD Award 2025 — ajang apresiasi perdana yang diinisiasi oleh DPD RI untuk menyalami kiprah para tokoh dan pelaku pembangunan daerah dari seluruh penjuru Nusantara.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, senator muda asal Provinsi Bengkulu ini berbicara lugas dan jernih tentang pentingnya membangun kepercayaan publik (public trust) terhadap lembaga negara, khususnya DPD RI yang menjadi wadah representasi suara daerah di tingkat nasional.
“Kepercayaan publik itu tidak dibangun dengan kata-kata, tetapi dengan kepribadian dan konsistensi. Jaga lisan, jaga sikap, jaga etika. Kemudian hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka,” ujar Sultan dengan nada tegas namun teduh.
Menata Kepemimpinan dengan Integritas dan Arah yang Jelas
Baru satu tahun lebih memegang amanah sebagai Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin menunjukkan gaya kepemimpinan yang visioner dan membumi. Di bawah arahannya, DPD RI bergerak dinamis menuju lembaga yang modern, transparan, dan lebih dekat dengan rakyat daerah.
Ia menanamkan semangat integritas, akuntabilitas, dan pelayanan publik kepada 152 anggota DPD RI yang secara kolektif mewakili lebih dari 70 juta suara rakyat daerah di seluruh Indonesia.
Sejak hari pertama menjabat, Sultan berfokus melakukan pembenahan internal dan transformasi kelembagaan. Ia menggagas digitalisasi sistem kerja DPD RI agar proses administrasi, dokumentasi, dan laporan kinerja senator dapat diakses secara terbuka dan terukur. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang modern dan kredibel.
Program “DPD Mendengar”: Dari Daerah untuk Indonesia
Dalam menjalankan fungsi representasi daerah, Sultan mendorong para senator untuk turun langsung ke daerah-daerah, mendengarkan keluhan rakyat, menyerap aspirasi Daerah, dan memperjuangkannya di tingkat pusat.
Selain itu, Sultan aktif mendorong DPD RI untuk memperkuat peran legislasi dan pengawasan, terutama dalam isu-isu strategis seperti pemerataan fiskal, pengelolaan sumber daya alam daerah, dan pembangunan infrastruktur desa.

DPD Award 2025: Ruang Apresiasi bagi Para Tokoh Pembangunan Daerah
Salah satu terobosan penting di masa kepemimpinan Sultan adalah lahirnya DPD Award 2025. Ajang ini hadir dari refleksi mendalam bahwa banyak tokoh lokal, penggerak komunitas, dan pejuang daerah yang selama ini luput dari perhatian nasional.
“Kita melihat begitu banyak sosok yang berkontribusi besar di daerah, namun tidak terpotret secara nasional. DPD hadir untuk memberikan penghargaan sekaligus ruang apresiasi bagi mereka,” ungkap Sultan.
DPD Award bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata penghormatan terhadap dedikasi, kreativitas, dan semangat membangun dari akar rumput. Penilaian dilaksanakan secara profesional dan independen oleh dewan juri yang kredibel, dengan kriteria ketat yang menilai dampak sosial, inovasi, dan keberlanjutan program di tingkat daerah.
Menjaga Persatuan dan Membangun Sinergi Nasional
Dalam wawancara yang sama, Sultan juga menyoroti peran strategis DPD RI sebagai penjaga keseimbangan hubungan pusat dan daerah.
“DPD RI harus mampu menjadi jembatan antara pusat dan daerah, memastikan kebijakan nasional berpihak pada kepentingan rakyat di daerah,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi kelembagaan antara DPD, DPR, dan Pemerintah, agar arah pembangunan nasional berjalan dalam satu semangat persatuan. Bagi Sultan, kekuatan bangsa ini justru tumbuh dari keragaman daerah yang saling menopang.
“Kita harus menata arah pembangunan dengan sistem yang tepat, memperkuat kepemimpinan daerah — baik eksekutif maupun legislatif — agar visi kebangsaan tetap hidup di seluruh penjuru negeri,” ujarnya.
Politik yang Berintegritas dan Membumi
Kepemimpinan Sultan Baktiar Najamudin mencerminkan wajah baru politik Indonesia — muda, berkarakter, berintegritas, dan membumi.
Dalam waktu singkat, ia berhasil menghidupkan kembali denyut kepercayaan publik terhadap DPD RI sebagai lembaga yang aktif, relevan, dan berpihak pada kepentingan rakyat daerah.
Melalui semangat DPD Award 2025 serta program pembenahan kelembagaan yang ia gulirkan, Sultan membawa pesan kuat: bahwa politik bukan sekadar panggung kekuasaan, melainkan ruang pengabdian dan keteladanan moral.
“DPD harus berfungsi sebaik-baiknya sebagai representasi daerah. Negara perlu memberikan ruang dan kewenangan yang proporsional agar DPD bisa berkontribusi lebih nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” pungkasnya penuh optimisme.
Romancenews.id_Rmsy












