Example floating
Example floating
HiburanInspirasiNews

“Tansa dan Rana: Perjanjian London 1824′, Novel yang Menghidupakn Cinta dan Sejarah Bengkulu”

×

“Tansa dan Rana: Perjanjian London 1824′, Novel yang Menghidupakn Cinta dan Sejarah Bengkulu”

Sebarkan artikel ini
Novel " Tansa dan Rana: Perjanjian London 1824"

“Ketika Cinta, Pengorbanan dan Sejarah Bengkulu Dihidupkan Kembali Melalui Novel 

Bengkulu, Indonesia —
Sejarah bukan sekadar catatan perang dan perjanjian antarnegara. Ia juga tentang manusia biasa yang menjaga martabat, kampung, dan harapan di tengah pusaran kekuasaan.
Pandangan inilah yang menjadi nyawa dalam novel terbaru berjudul “Tansa dan Rana: Perjanjian London 1824”,

karya penulis Bengkulu yang konsisten menulis hampir lima karya novel yang berakar pada sejarah dan kebudayaan lokal.

Novel ini membawa pembaca menyelami masa ketika Inggris dan Belanda menandatangani Perjanjian London 1824 — sebuah kesepakatan besar yang mengubah peta kekuasaan Asia Tenggara dan menjadikan Bengkulu berpindah tangan dari Inggris ke Belanda.

Namun, di balik lembaran sejarah global itu, rakyat kecil Bengkulu menanggung getir perubahan yang tak pernah mereka minta.

Di sanalah kisah Tansa dan Rana berdenyut.

“Saya tidak ingin hanya menulis cerita. Saya ingin menyambung napas masa lalu yang hampir terputus,” ujar sang penulis.

Selama hampir satu tahun, penulis melakukan observasi langsung di kampung-kampung tua pesisir, membaca arsip sejarah kolonial, serta berdialog dengan tetua adat yang masih menyimpan ingatan lisan tentang masa itu.

Pendekatan riset yang berpadu dengan empati inilah yang membuat Tansa dan Rana terasa hidup dan autentik — seolah membawa pembaca kembali ke masa ketika laut masih penuh perahu lada dan rumah panggung jadi tempat rapat adat rahasia.

Selain kisah cinta dan perjuangan, novel ini juga menjadi refleksi tentang identitas, memori, dan daya hidup masyarakat Bengkulu yang jarang tersorot dalam sejarah nasional.

Melalui narasi yang lembut namun bertenaga, penulis ingin menunjukkan bahwa perjuangan masa lalu bukan sekadar catatan heroik, tetapi alasan kita masih berdiri hari ini.

“Saya hanya ingin mengingatkan bahwa sejarah bukan milik para pemenang, tapi milik mereka yang bertahan,” tambahnya.

Belum Terbit – Tapi Sudah Mengundang Kolaborasi

Meski belum diluncurkan secara luas, penulis membuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya, akademisi sejarah, penerbit independen, hingga pembaca yang ingin ikut menjaga literasi sejarah Bengkulu.

Bentuk dukungan dapat berupa penyebaran karya ke sekolah-sekolah dan komunitas baca, menjadi sponsor diskusi publik, hingga terlibat dalam proses penerbitan dan promosi.

Karya ini tidak hanya ingin dibaca — tetapi dihidupkan bersama.
Karena sejarah tidak dijaga oleh arsip dan monumen semata, melainkan oleh hati orang-orang yang menolak melupakannya.

Tentang Penulis

Penulis adalah pemerhati sejarah dan kebudayaan Bengkulu, dengan fokus pada narasi perjuangan rakyat, identitas lokal dan keudayaan.
Ia telah menulis lebih dari enam novel berlatar sejarah Bengkulu, dan terus berupaya menjembatani masa lalu dan masa kini melalui bahasa yang hangat, jujur, dan berakar pada tradisi.

Untuk Informasi dan Kolaborasi:
Email: romansyahsabania59@gmail.com
Instagram: @Romansyah59
Judul: “Tansa dan Rana: Perjanjian London 1824”
Status: Belum Terbit (Pra-Rilis dan Pembukaan Kolaborasi Publik)

Romancenews.id

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *